Penulis: Yuni Wakhidah
Edifor: Jidi
Ukuran: 14 x 21
ISBN: Proses
Saya selalu kagum pada setiap guru yang juga sebagai “penulis”, apapun yang mereka tuliskan. Dan kekaguman sayapun saat ini adalah tentang ‘Bismillah Aku Sembuh’. Tulisan ini sarat akan pembelajaran berbahasa cinta, mengetengahkan curahan pemikiran yang disajikan dalam bentuk novel tentang seorang anak laki-laki kecil yang sangat sabar berjuang mencari obat untuk kesembuhan tumor jinak dan penyempitan pembulu darah.
Bacalah seluruh isinya, karena ini adalah termasuk hal luar biasa yang “disempatkan” ditulis oleh seorang guru. tulisannya sangat menarik, menginspirasi dan berbaur antara kesedihan, harapan dan akhirnya kebahagiaan. Tulisan sang “penulis” melengkapi sebuah ruang ekspresi dan impresi.
Dicurahkan juga roh ekspresi dan semangat menyala-nyala dalam menghadapi dan menantang hidup dalam kisah seorang anak kecil.
Selamat untuk Walid Septa Adi Putra dengan tulisannya dan menjadi salah satu khasanah luapan rasa dalam bentuk novel.
Selesai membaca novel ini sayapun teringat salah satu puisi dalam antologi puisi saya “The Advanture of Love” tahun 2019 yang saya tulis di kepulauan Nias:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar